tupee: Travelling
Tampilkan postingan dengan label Travelling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Travelling. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Januari 2022

Cara Naik MRT Jakarta : Beli Tiket Mudah Banget!
Januari 05, 2022 2 Comments

Weekend lalu saya menghabiskan waktu di ibukota Jakarta untuk mengambil beberapa gambar untuk kebutuhan projek konten saya. Lokasi yang saya tuju adalah Sudirman, pusat kota Jakarta dimana gedung pencakar langit berdiri kokoh disana. Selain gedung yang tinggi, stasiun MRT menarik perhatian saya selama penelusuran. Moda Transportasi kereta baru di Jakarta yang belum pernah saya coba. Karena saya punya banyak waktu, saya memutuskan untuk mencoba MRT.

Untuk kamu yang baru pertama kali naik MRT Jakarta, dan mengalami kebingungan seperti pembelian tiket dan rutenya. Saya akan bagikan pengalaman cara naik MRT Jakarta mulai dari beli tiket sampai rute perjalanan.

Hal pertama jika ingin berpergian adalah menentukan arah tujuan. Saya menentukan ingin ke Blok M, karena sudah lama juga tidak kesana. Saya masuk dari stasiun MRT Dukuh Atas, karena posisi saya sedang berada di Sudirman. Tidak seperti KRL, pengecekan di MRT cukup ketat juga. Pihak keamanan disana mengecek standar prokes saya dan isi tas. Setelah berada didalam saya melihat pengunjung tidak terlalu padat, dan ada beberapa gerai toko yang buka untuk sekedar jajan.

Cara Beli Tiket MRT Jakarta

Tiket MRT ini berbeda dengan tiket KRL. MRT punya banyak opsi tiket, diantaranya;

  1. Tiket Single Trip
  2. Tiket Multi Trip
  3. Kartu JakLingko
  4. Kartu Elektronik yang dikeluarkan oleh Bank
  5. Aplikasi MRT Jakarta

    Screenshot aplikasi MRT Jakarta


Saya memilih untuk menggunakan pembelian tiket di aplikasi MRT Jakarta. Alasannya adalah karena lebih praktis, tinggal unduh aplikasi di Playstore dan lakukan pembelian disana. Metode pembayaran di aplikasi juga mudah, saya memilih Gopay. Setelah pembelian tiket berhasil tiket saya sudah muncul di aplikasi.

Tarif MRT Jakarta

Bicara tarif atau biaya tiket perjalanan MRT Jakarta. Harganya tidak terlalu berbeda kalau dibandingkan KRL. Mulai dari Rp.3000 hingga Rp.14.000. Biaya perjalanan saya dari Dukuh Atas ke Blok M menelan kocek Rp.7000.

Panduan Naik MRT Jakarta

Suasana Pintu Gerbang Tap in MRT Dukuh Atas


Tiket sudah ditangan saya, maka langkah selanjutnya adalah;

  1. Saya lakukan Tap in di gerbang. Karena saya beli tiket dari aplikasi, saya Tap In menggunakan kode QR dari ponsel.
  2. Setelah itu saya menuju ke peron MRT. Karena saya berada di stasiun dukuh atas, maka peronnya berada di bawah (underground).
  3. Suasana menunggu MRT dilengkapi dengan waktu tiba kereta. Dan ingat jangan sampai salah naik jurusan ya! Dahulukan penumpang yang keluar, dan berdiri di garis antrian yang sudah ditentukan.
  4. Ketika sudah sampai tujuan, lakukan Tap Out di gerbang penumpang. Karena saya beli tiket dari aplikasi, saya Tap Out menggunakan kode QR dari ponsel.
  5. Jika mengalami kendala atau butuh pertanyaan, jangan ragu bertanya kepada petugas disana. Mereka siap membantu.


Kesan Naik MRT Jakarta

Suasana Peron underground MRT Jakarta

Tidak lengkap jika saya tidak memberikan penilaian atau kesan untuk MRT Jakarta ini. Kesan pertama saya adalah benar - benar naik kelas. Ketika saya turun dari KRL lalu masuk MRT berasa naik kelasnya. Mulai dari fasilitas umum yang bagus, standar keamanan seperti di bandara, dan integrasi teknologi yang memberikan kemudahan dalam menaiki MRT.

Kereta yang saya naiki tiba di waktu yang tepat, dan kerena MRT Dukuh Atas berada di bawah tanah, maka seisi pemandangan hanya tembok. Didalam gerbong suasananya sama seperti naik kereta pada umumnya, namun experiencenya akan berbeda ketika kertea berada dijalur diatas. Saya bisa melihat suasana kota jakarta dari atas. Waktu yang saya tempuh ke Blok M dari Dukuh Atas kurang dari 20 menit. Dan pintu exitnya langsung terhubung oleh mall blok m plaza atau blok m square melawai.

Suasana di dalam MRT Jakarta




Papan Informasi Jadwal Keberangkatan MRT


Peron MRT Blok M seperti di Anime ya

Kamu harus coba berpergian naik MRT deh! Harapan saya sih semoga jalurnya bisa lebih banyak dan mudah terintegrasi dari moda transportasi lainnya. Tentunya pembangunannya bisa merata, gak cuma di Jakarta. hehehe...
Reading Time:

Senin, 15 November 2021

Yuk, Wisata Berendam Air Panas Pariban
November 15, 20211 Comments

Petualangan saya di Danau Toba sudah selesai, kini waktunya untuk menuju kembali ke kota Medan. Tapi sebelum sampai dikota Medan, saya dan teman - teman saya bertiga, ingin mampir ke salah satu pemandian air panas di daerah Berastagi. Ini merupakan ide yang tepat, karena kondisi badan kami sudah lelah dari petualangan di Danau Toba. Perjalanan kami dari objek wisata Danau Toba ke Berastagi sekitar 4 jam lebih. Itulah mengapa kami tidak bisa terlalu lama menghabiskan waktu di Bukit Holbung, karena harus mengejar pemandian air panas.

Kami sampai jam 7 malam dan cuaca hujan menemani perjalanan kami. Sebelum memasuki objek wisata pemandian air panas, mobil kami diberhentikan di pos pemeriksaan. Bapak - bapak memakai mantel hujan menghampiri kami, mereka mengingatkan kami untuk tetap mengikuti protokol kesehatan, seperti memakai masker selama beraktifitas. Diakhir kalimat mereka meminta iuran seikhlasnya untuk bisa lewat. Bayu memberikan lembaran terakhirnya senilai Rp.20.000. Ini pungli bukan sih?


Kolam Air Panas Pariban

Saya kira tempatnya sepi, gataunya rame banget. Saking ramainya parkiran penuh, kami saja hampir tidak mendapatkan lahan parkir. Saya juga mengira cuma 1 tempat kolam renang. Gataunya banyak tempat yang menawarkan wahana berendam air panas dan menginap. Lampu - lampu menyala terang membuat suasana menjadi hidup dan bersemangat. Pegawai penginapan berteriak menawarkan penginapan layaknya kang villa di puncak bogor. Dari banyaknya wahana pemandian air panas, tujuan kami adalah pemandian air panas pariban. Alasannya adalah karena review dari internetnya banyak, itu saja hahaha..

Kejadian yang cukup mengkhawatirkan sekaligus lucu adalah, mobil yang kami sewa ternyata pintu belakang sebelah kanan itu tidak bisa dikunci, jadi bisa dibuka dari luar atau dalam. Kami berpiikir untuk menaruh barang bawaan kami, karena didalam pemandian tidak ada loker untuk pengunjung menyimpan barang. Alhasil kami mengumpatkan barang berharga kami di sela-sela bawah pedal mobil. Ini benar-benar bertaruh tanpa pengawasan.


Patung Pariban




Saya paling pertama memasuki area pemandian, dengan membawa tote bag berisikan pakaian ganti untuk berendam air panas. Kesan pertama saya dengan tempat ini adalah rame banget pengunjung, mulai dari lansia, dewasa hingga anak - anak. Padahal hari sudah malam dan cuaca kurang bagus karena gerimis. Pemandian Air Panas Pariban memiliki lebih dari 1 kolam air panas, ada yang kolam beratap, jadi aman dari rintik hujan ada juga kolam yang tanpa atap. Untuk yang gasuka dengan air panas, ada juga 1 kolam air dingin dengan wahana waterboom seperti perosotan mutar - mutar. 

Pemandian air panas pariban menyediakan pondok atau saung untuk pengunjung beristirahat dan menyimpan barang. Harga sewanya Rp.50.000 untuk 5 jam, beralaskan tikar saja. Selain penyewaan pondok, pemandian pariban juga menyediakan kamar untuk menginap. Untuk rate harga saya belum tahu, dikarenakan saya memang tidak ada niat untuk menginap disana.

Penyewaan Pondok

Cottage penginapan

Cottage Penginapan Pariban

Suasana Pemandian Air Panas Pariban



Sensasi Berendam Air Panas

Teman - teman saya terkejut banget dengan saya melihat saya cepat sekali mengganti outfit, yaitu atasan singlet hitam dan celana pendek pantai berwarna biru. Iya saya memang udah gak sabar ingin mencoba berendam air panas. Karena ini pengalaman pertama kalinya untuk saya merendam tubuh saya ke kolam. 

Rintik hujan sudah tidak ada, yang dirasakan hanya hawa yang dingin karena lokasi pemandian air panas pariban ini berada di ketinggian bukit berastagi. Pas banget tubuh lagi kedinginan, masuk ke kolam air panas. Saat jempol kaki menyentuh kolam, reflek banget kaki ini bilang panas. Perlahan saya coba lagi masuk ke kolam, menceburkan badan dan saya berhasil masuk kolam. 

Wah rasanya surga banget men kaya di jacuzzi umum aja haha.. Sensasi air panas membuat badan rileks banget, saya gampai gak mau keluar dari kolam untuk beberapa lamanya. Kemudian satu persatu teman saya turun ke kolam juga, kami para cowok seperti biasa bersenda gurau, seperti perang percikan air, memamerkan gaya berenangnya, hingga saling memberi kode intel untuk menyegarkan pikiran. IYKWIM.

San, tempat ganti baju dimana?


Tanya teman saya yang sudah saya pahami itu adalah kode.Tanpa pikir panjang langsung menengok ke arah yang dimaksud hahaha..




Selfie di kolam pemandian air panas pariban

  




Rintikan hujan mulai terasa di ubun - ubun kepala saya, ini menandakan bahwa akan turun hujan lagi. Tidak terasa juga saya menghabiskan waktu di kolam 2 jam lamanya. Saya yang paling pertama mengganti pakaian dan teman - teman saya mengikuti juga.


Berikut adalah Tips & Biaya untuk liburan berendam air panas Pariban.




TIPS

1. Jagalah barang bawaan kamu, ini sangat penting. Karena tidak ada fasilitas loker jadi bawalah barang bawaan yang simple ke area kolam. Dan taruh barang di dalam pengawasan kamu, seperti kami yang tidak bisa pergi jauh - jauh karena harus menjaga barang bawaan.
2. Sebenarnya mau datang diwaktu malam itu tidak masalah,  karena di kolam rame banget. Namun yang perlu diperhatikan adalah jalur ke wisata pemandian air panas jalannya cukup berkelok dan minimya lampu jalan.
3. Kalau kamu datang di waktu terang, kamu akan bisa melihat pemandangan gunung Sibayak, dan bisa foto - foto dengan berlatarkan pemandangan indah.
4. Bawa handuk, dan perlengkapan mandi serta baju ganti.

BIAYA

1. Harga Tiket Masuk Pemandian Air Panas Pariban: Rp. 20.000 / orang




Akhirnya petualangan kami di pulau sumatera utara benar - benar selesai. 5 hari perjalanan diwarnai rasa rindu, tawa, terharu,, terkagum, capek, tangis, rasa takut, rasa kesal dan kasih sayang. Semuanya tidak pernah terlupakan dan menjadi sebuah cerita untuk generasi masa depan Kami harus bergegas pulang ke Medan untuk persiapan pulang ke Tangerang, home sweet home!


Reading Time:

Sabtu, 13 November 2021

Panorama Indah Bukit Holbung Samosir
November 13, 20210 Comments




 

Mendaki gunung lewati lembah. Sungai mengalir indah ke Samudera. Bersama teman bertualang 


Sepenggal lirik lagu ninja hatori yang kebetulan cocok banget dengan destinasi wisata saya yang terakhir di Danau Toba. Namanya Bukit Holbung Samosir, atau biasa yang dikenal dengan Bukit Teletubbies. Namanya juga bukit, untuk menikmati keindahan panorama Bukit Holbung, harus mendaki dengan berjalan kaki.

Boleh dibilang jalur untuk mengarah ke Bukit Holbung cukup merepotkan, karena infrastruktur jalannya masih belum aspal sebagian. Alhasil mobil yang kami kendarai harus berhati - hati, apalagi banyak lembu / sapi berkeliaran bebas menutupi jalan. Sebenarnya untuk bisa sampai ke Bukit Holbung dari Medan ada 2 opsi. Ambil Jalur dengan menyebrang perahu feri atau lewat Sidikalang lalu Tele seperti jalur yang kami tempuh tanpa harus menyebrang dengan perahu feri.

Sesampainya di tempat wisata terlihat suasana cukup sepi, mungkin faktor karena saya datang masih belum terlalu siang. Saya bisa melihat 1 atau 2 pendaki yang ingin berkemah dan aktifitas pedagang yang baru saja selesai membuka dagangannya. "Holbung parkir disini" teriak ibu pedagang di kawasan Bukit Holbung. Kami menurutinya dan sedikit berbincang dengan ibu pedangan setempat. Setelah itu kami berjalan kearah ke loket untuk membeli tiket masuk. Harga tiketnya terbilang murah Rp. 5000 / orang ditambah Rp. 10.000 untuk biaya parkir mobilnya.


Pintu masuk Bukit Holbung



Ada Apa Saja di Bukit Holbung Samosir?




Setelah membeli tiket, kami berempat excited mendaki Bukit Holbung. Untungnya jalur pendakian dasar sudah dibangun anak tangga beton untuk memudahkan penngunjung mendaki bukit. Namanya mendaki baru beberapa anak tangga, kami sudah engap. Kami mengambil nafas sejenak dan berpose untuk kebutuhan konten hahaha...

Anak tangganya sudah habis kami lewati, bukan berarti kami sudah sampai puncak. Melainkan kami sudah sampai di POS pertama pendakian. Bisa dibilang posisi kami setengah dari puncak Bukit Holbung yang kami daki. Darisini saya bisa melihat panorama Danau Toba yang sangat sangat indah. Dari atas saya bisa lihat langit yang biru, sekumpulan awan putih yang tebal terlihat sangat dekat, bukit hijau, dan danau toba yang sangat tenang. Kami yang beristirahat di POS ini sangat relaxing banget.

Berpose dijalur bukit holbung

pesona bukit holbung


"Bang!!" Salah satu pengunjung Bukit Holbung melewati dan menyapa kami yang sedang bersantai. Rupanya pengunjung tersebut adalah pendaki yang berkemah di Bukit Holbung sudah 2 hari lamanya. Ternyata benar tenda berwarna kuning menarik perhatian saya dari kejauhan. "Asyik kali yah, bisa berkemah di bukit holbung ini", ucap saya.

Adzan dzuhur bergema terdengar indah dari Bukit Holbung, ini menandakan matahari sudah terik. Padahal masih ada pendakian yang harus kami lewati untuk sampai ke puncak bukit. Merasa kelelahan dan harus mengejar 1 wisata lagi di Berastagi. Maka kami memutuskan untuk tidak melanjutkan ke puncak.

Kami menyimpan momen berempat dengan panorama pemandangan indah Danau Toba dari Bukit Holbung Samosir.







Setelah turun dari Bukit Holbung Samosir, perut terasa lapar. Karena sudah masuk jam makan siang, kami memesan makanan di warung yang kami singgahi di awal kedatangan. Saya memesan ketupat sayur dan mandi sebutan untuk Es Teh Manis. Kalau teman saya pesan Indomie Goreng, sumpah aroma Indomie gorengnya menggoda iman. Akhirnya saya pesan 1 porsi Indomie Goreng lagi, padahal saya sudah menghabiskan 1 porsi ketupat sayur. Indomie Goreng di warung ini disajikan dengan berbeda, porsinya banyak dan rasanya enak banget. Kami makan di Warung Muslim Avoiy, harga makanannya murah - murah, pemiliknya ramah sekali. Rekomen banget untuk bisa mencicipi Indomie Goreng buatan warung ini.




Tips & Biaya

Buat kamu yang ingin mengunjungi Bukit Holbung Samosir berikut adalh tips & biaya selama perjalanan kami;

Tips

1. Perhatikan cuaca selama perjalanan, hindari perjalanan dalam keadaan hujan deras, dikarenakan rawan longsor.
2. Selalu membawa cadangan bensin untuk kendaraan kamu, karena mencari SPBU cukup sulit.
3. Kalau bisa berangkat pagi sekali dari Medan, agar sampai Wisata Danau Toba dalam keadaan masih terang.
4. Waktu terbaik untuk menikmati pemandangan adalah saat matahari terbit, dan terbenam, Udaranya panas tapi sejuk
5. Jangan membuang sampah sembarangan.

Biaya tiket masuk Bukit Holbung Samosir

1. Harga tiket masuk / HTM : Rp. 5.000 / orang
2, Parkir Mobil : Rp. 10.000
3. Ketupat Sayur : Rp. 13.000
4. Indomie Goreng : Rp. 13.000

Walau perjalanan kami tidak sampai puncak bukit Holbung Samosir, saya pribadi puas telah mendaki bukit terindah dibantaran Danau Toba. Setelah selesai makan kami akhirnya benar - benar harus meninggalkan wisata Danau Toba. Sebuah perjalanan yang penuh dengan keajaiban semesta yang gak kapok untuk datang kembali.
Reading Time:

Minggu, 07 November 2021

Wisata ke Bukit Sibea-bea Viral
November 07, 20210 Comments

Perjalanan saya dan teman - teman di Danau Toba belum selesai, bahkan boleh dibilang baru dimulai. Ini adalah kelanjutan cerita saya yang berjudul Pesona Danau Toba dari Dekat. Kali ini kami akan berkunjung ke Bukit Sibea-bea yang viral di jagat sosial media. Katanya pemandangan danau toba terlihat lebih indah dari atas Bukit Sibea-bea, ditambah lagi adanya jalan berkelok - kelok yang menambah kesan unik. Karena jaraknya cukup dekat dari tempat penginapan kami, setelah packing barang dan checkout dari penginapan langsung tancap gas ke Bukit Sibea-bea. 

Namanya juga mendaki bukit, jalur yang kami tempuh menanjak dan berkelok tajam. Butuh skill mengendarai yang bagus untuk melewati jalur ini. Untung saja jalurnya sudah dicor semua, masih terlihat baru. Akhirnya sampai di pos tiket, untuk 1 mobil seharga Rp. 50.000, dan diberikan tiket masuk. Diatas sudah nampak terlihat para wisatawan berfoto mengabadikan keindahan Danau Toba. Ada yang dari touring keluarga, ada yang naik motor juga, atau bahkan sampai menggelar tikar untuk makan siang bersama. Pengunjung terbilang cukup ramai, saya pun juga tidak mau ketinggalan untuk mengeksplore keindahan Danau Toba dari Bukit Sibea-bea.

Ada Apa Saja di Bukit Sibea - bea?

Sebenarnya Bukit Sibea-bea merupakan wisata rohani umat kristiani, hal ini terlihat adanya monumen patung Yesus Kristus setinggi 61 meter dipuncak. Informasinya monumen Yesus Kristus ini akan menjadi yang tertinggi di dunia, mengalahkan Christ the Redeemer di Brasil. Wah bakal jadi ikonik baru untuk parawisata dunia di Sumater Utara. Namun monumen tersebut masih dalam proses pembangunan, terlihat dan terdengar suara alat berat kontruksi yang mengerjakan monumen tersebut.

Karena Monumen Yesus Kristus raksasa masih proses pembangunan, ternyata ada 1 patung Yesus Kristus berwarna putih dengan ukuran kecil berdiri tegak di Bukit Sibea - bea. Wisatawan disana terlihat antusias berfoto.





Pembangunan Monumen Patung Yesus Terbesar

Patung Yesus di Bukit Sibea-bea


Selain itu yang menjadi viral di jagat sosial media dari Bukit Sibea-bea adalah panorama jalan berkelok - kelok seperti love yang hadir menghiasi keindahan Danau Toba. Saya yang mencari spot foto tersebut kebingungan, anglenya darimana, Lalu ada bapak - bapak yang memberi tahu saya bahwa untuk melihat keindahan jalan, fotonya dari sebelah sana. Bapak itu menunjuk kearah ujung bukit melewati pembatas jalan. Saya berterima kasih kepada bapak yang baik hati memberikan arah, dan kami langsung menuju kearah yang ditunjuk bapak tersebut.

Bukan main, memang benar apa yang ditunjuk bapak itu. Sebuah panorama jalan berkelok yang saya lihat di sosial media, kini ada dimata saya. Sebuah pemandangan yang kontras, dimana ada unsur alam Danau Toba yang tenang digabung dengan unsur kontruksi jalan beraspal, seakan memberikan keunikan tersendiri dari Bukit Sibea-bea. Saya mengabadikan panorama ini dengan berfoto di spot yang viral. 

Panorama Bukit Sibea-bea


Kelokan Cinta di Bukit Sibea-bea







Wisata bukit Sibea-bea sebenarnya belum dibuka secara total, terlihat tidak adanya fasilitas umum seperti toilet, warung untuk makan atau tempat bersantai. Bahkan materi promosi dari lingkungan setempat atau pemerintah juga tidak terlihat. Karena Bukit Sibea-bea viral di sosial media, alhasil pengunjung penasaran kesana. 

Tips & Biaya

Kami tidak terlalu lama menghabiskan waktu di Bukit Sibea-bea, karena objek wisatanya belum rampung, setelah mengambil beberapa momen foto panorama, teman saya membuat beberapa konten untuk TikTok, kami akhirnya turun dari Bukit Sibea-bea. Untuk kamu yang ingin ke Bukit Sibea-bea berikut adalah tips dan biaya.

Tips perjalanan dari Medan ke Bukit Sibea-bea :
1. Perhatikan cuaca selama perjalanan, hindari perjalanan dalam keadaan hujan deras, dikarenakan rawan longsor.
2. Selalu membawa cadangan bensin untuk kendaraan kamu, karena mencari SPBU cukup sulit.
3. Kalau bisa berangkat pagi sekali, agar sampai dalam keadaan masih terang.
4. Waktu terbaik untuk menikmati pemandangan adalah saat matahari terbit, dan terbenam,
5. Jangan membuang sampah sembarangan, dikarenakan area wisata masih tahap pembangunan.
6. Selalu membawa powerbank untuk ponsel, dan jaringan selama di area Danau Toba susah sinyal.

Biaya tiket masuk Bukit Sibea-bea
1. Harga tiket masuk / HTM untuk mobil : Rp. 50.000
2, Harga tiket masuk / HTM untuk motor : Rp. 20.000

Walau objek wisata Bukit Sibea-bea belum diresmikan, namun pengunjung sudah ramai untuk mengabadikan potret jalan berkelok cinta dan panorama Danau Toba itu sendiri. Apa komentar kamu tentang Bukit Sibea-bea ?

Reading Time:

Senin, 01 November 2021

Pesona Danau Toba dari Dekat
November 01, 2021 2 Comments

Awan yang terlihat tinggi kini sejajar dengan kami. Kota - kota yang dibawah tertutup dengan awan tebal. Tak berhenti kami berteriak kagum dengan ciptaan maha kuasa. Melihat sebuah danau yang begitu tenang dikumpuli awan yang menambah keindahan Pulau Danau Toba. Itulah sepenggal cerita ketika saya melihat Danau Toba untuk pertama kalinya. Mari saya ceritakan perjalanan ini dari awal!

  • Perjalanan dari Medan ke Danau Toba

Jumat 22 Oktober 2021 Saya bersama teman - teman bersiap untuk melakukan perjalanan jauh. Perjalanan ini memakan waktu 6 jam berdasarkan google maps. Destinasi yang kami tuju adalah Wisata Danau Toba. Dengan mengendarai mobil yang kami sewa 2 hari, kami akhirnya tancap gas dari hotel. Karena waktunya berpasan dengan sholat jumat, tak lupa kami menunaikan sholat jumat di Masjid Raya Al-Mashun Medan.

Masjir Raya Al-Mashun berdiri pada tahun 1909 dan memiliki konsep arsitektur bergaya Timur Tengah, India dan Spanyol. Masjid Raya Al-Mashun merupakan salah satu bagian sejarah dari masa sultan Deli. Alhamdulillah diberikan kesempatan untuk menunaikan sholat jumat disini.

Masjid Raya Al-Mashun Medan


Akhirnya setelah menunaikan sholat jumat dan makan siang, kini perjalanan kami ke Danau Toba benar - benar dimulai. Checkpoint pertama kami adalah Puncak Gundaling di Berastagi. Sekitar 2.5 jam dari kota Medan. Karena kami mengarah ke puncak, maka jalur yang kami lewati cukup menantang. Jalan zig-zag dengan menukik keatas sekitar 25 derajat. Ditambah cuaca yang tidak bersahabat selama perjalanan, hujan deras membasahi perjalanan kami, membuat kami harus berhati - hati dengan jalan yang rawan longsor. 


Puncak Gundaling Berastagi

Akhirnya kami sampai di puncak Gundaling Berastagi. Salah satu objek wisata didaerah puncak Berastagi. Untuk masuk ke objek wisata disini saya merasa tidak ada loket tiket resmi. Mobil kami diberhentikan saat pos dan mereka bilang 4 orang 30ribu rupiah dan tanpa ada tiket atau tanda terima sama sekali. Setelah melewati pos dan mulai mendekati area puncak gundaling, mobil kami diberhentikan lagi untuk penagihan biaya parkir 10 ribu Rupiah.

Puncak Gundaling Berastagi bagi saya hampir sama dengan puncak bogor. Perbedaan ada di pemandangan dan hawanya. Di gundaling, saya bisa melihat pemandangan pedesaan dengan hijau  yang memanjakan mata. Hawanya tidak terlalu dingin seperti dipuncak Bogor, padahal waktu itu cuaca gerimis dan sudah memasuki jam 5 sore WIB.

Puncak Gundaling menawarkan hiburan seperti arena berkuda dengan tarif Rupiah 40.000. Terlihat kuda - kuda berkeliaran disekitaran objek wisata. Selain itu jika perut lapar ada warung - warung yang berdiri, jadi gaperlu takut kelaparan dan fasilitas umum seperti toilet juga sudah tersedia.

Sayang seribu sayang, cuaca yang tak bershabat membuat tempat ini sepi pengunjung. Hujan dari Medan masih belum kunjung usai. Semua wahana hiburan yang tersedia tidak dibuka, kuda - kuda diistirahatkan. Terlihat 1 atau 2 mobil saja yang mendatangi kawasan ini saat itu. Saya pun juga baru bisa keluar mobil untuk menghirup udara segar ketika hujan sedikit reda. Ternyata spot foto yang dihadirkan di puncak Gundaling ini sangat bagus. Lumayan untuk meredakan sedikit kekecewaan yang jauh - jauh datang dari Tangerang.

Puncak Gundaling Berastagi






Berastagi ke Danau Toba

Merasa sudah tidak ada yang ditelusuri, akhirnya kamipun melanjutkan perjalanan ke Danau Toba langsung. Checkpoint kedua kami adalah penginapan disekitar Danau Toba, estimasi berdasarkan Google maps adalah 4 jam lebih perjalanan. Jalur yang kami lalui naik turun bukit, jauh dari pemukiman waarga, dan minimnya penerangan lampu jalan.

Bayangin berjalan di jalur yang kanan - kiri hutan, tanpa ada lampu jalan. Penerangan hanya mengandalkan lampu mobil, cahaya bulan tidak terlihat dikarenakan cuaca masih hujan seharian. Kalau melihat kebelakang itu benar - benar gelap. Begitulah suasana jalur yang kami lalui, perasaan takut, cemas, khawatir terselip dalam momen - momen perjalanan kami.

Jam 12 malam suasana perjalanan kami makin mencekam, sudah 3 jam kami berkendara dari Puncak Gundaling, tidak ada satupun tempat ramai untuk kami beristirahat untuk berpikir jernih. Sampai salah satu teman saya membacakan Ayat Kursi. Kamipun menyambut doa tersebut dengan riang, yang tadinya mobil diputar musik, berubah menjadi lantunan ayat kursi dalam perjalanan kami. Seseram itukah perjalanan yang kami lalui hingga kami serempak membaca doa ayat kursi.

Perasaan kami cukup tenang ketika ada lampu - lampu rumah warga didepan. Gataunya kami sudah berada didepan gerbang objek wisata Danau Toba. Kami istirahat sejenak di kedai untuk berpikir tenang untuk mencari penginapan. Saya memesan teh panas, udaranya cukup dingin, padahal saya sudah memakai jaket tebal.

Pintu masuk gerbang kawasan wisata Danau Toba



Setelah kami menemukan lokasi penginapan yang akan kami tinggali, kami kembali ke mobil untuk menuju kesana. Sekitar 20 menit dari gerbang objek wisata, dengan mengucapkan bismillah, kami memasuki gerbang wisata Danau Toba. Baru aja kami menemukan titik aman, kini harus bergelap - gelapan kedalam hutan. Tapi perasaan kami tiba - tiba dikejutkan dengan sebuah teriakan teman saya.

"GUYS COBA LIAT KANAN GUYS!!!!"

Kalian mau tahu gak apa yang kami lihat???

Sebuah pulau Danau Toba yang indah terbentang luas, memanjakan mata kami. Ditambah awan - awan yang sejajar dengan kami, menutupi kota - kota dan danau yang dibawahnya. Ternyata kami berada diatas bukit Danau Toba. Tidak berhenti kami berteriak lepas menyebut kagum atas ciptaan Tuhan yang Maha Esa. Saya pribadi hampir menitikkan air mata melihat keindahan yang luar biasa, secara spiritual saya makin sayang sama Allah SWT.

Sayangnya kami tidak bisa merekam apa yang kami lihat, karena tidak adanya lampu jalan, dan ketika kami mencoba merekamnya, hasil rekaman videonya gelap gulita. Hanya terdengar reaksi kami yang begitu takjub dengan Danau Toba. Berikut adalah video reaksi kami ketika melihat Danau Toba pertama kali di malam gelap, dan saya juga bagikan video ketika kami pulang dari Danau Toba dengan cuaca terang, agar kamu bisa bayangin kenapa kami begitu heboh malam itu.




Akhirnya kami sampai di penginapan sibea - bea, jam 1 pagi. Lokasinya berada dibawah bibir Danau Toba. Kami semua kelelahan dan tertidur pulas dengan cepat.

Jam 7 pagi hari, saya bangun dan segera mandi. Saya keluar untuk melihat pemandangan Danau Toba. Karena lokasi penginapan dekat dengan bibir Danau Toba, buka pintu langsung dimanjakan dengan pemandangan indah Danau Toba. Saya mengambil beberapa momen di pemandangan ini.






Bermain dengan dengan air danau toba




untuk yang ingin menginap disini, saya share lokasinya dibawah ini. Pemiliknya tidak memasarkan via aplikasi, jadi memesan via telepon langsung. Pemiliknya ramah, walaupun fasilitas yang ditawarkan tidak terlalu mewah, untuk harga masih bisa negosiasi jika kamu pintar nego.


Bagaimana perjalanan ini? untuk kamu yang berencana ingin ke Danau Toba, Saya berikan tips dan biaya perjalanan ke Danau Toba.

TIPS

1. Perhatikan cuaca, hindari perjalanan ketika hujan deras. Karena jalan rawan longsor.
2. Siapkan persiadaan bensin cadangan untuk kendaraan, karena sepengalaman kami agak sulit menemukan SPBU.
3. Jika berpergian di malam hari agak seram, berkabut dan lalu lintas sepi, lebih baik berangkat dari pagi dan sampai toba masih terang.
4. Istirahat jika lelah menyetir, karena perjalanan sangat jauh dan jalur rawan kecelakaan.

BIAYA

1. Sewa Mobil via aplikasi : Rp. 500.000 / 2 hari 2 malam - Mobil Datsun GO
2. Deposit Sewa Mobil : Rp. 500,000 - Uang kembali ketika mobil dikembalikan
3. Bensin : Sebenarnya ini patungan, dan kami isi seketemu Pom bensin. Tergantung kendaraan masing - masing juga.
4. Penginapan : Rp.250.000 nego
5. Biaya masuk ke objek wisata toba : Gratis (Gatau ya karena kami masuk jam 12 malam)

Semua biaya perjalanan ke Danau Toba kami patungan agar terlihat ringan dikantong. Itulah perjalanan kami dari Medan ke Danau Toba, walau dalam perjalanan cukup membuat kami khawatir, tapi semua terbayarkan dengan pemandangan indah Danau Toba dari dekat.
Reading Time:

Kamis, 28 Oktober 2021

Perjalanan Pesawat ke Medan Selama PPKM
Oktober 28, 20210 Comments

Saya cukup senang ketika mendapatkan email bahwa pengajuan cuti saya disetujui oleh kantor. Ini menandakan bahwa perjalanan liburan saya ke Medan bisa dimulai. Tulisan ini bercerita tentang persiapan dan perjalanan saya di udara dari Tangerang ke Medan. Dimulai dari dilema memesan tiket maskapai, hasil swab, dan lainnya. 

Tanggal 19 Oktober malam hari, saya mencari jadwal penerbangan yang cocok untuk ke Medan.  Bahan pertimbangan saya adalah harga yang ekonomis dan jam penerbangan yang tidak terlalu siang. Setelah menelusuri semua jadwal penerbangan dan maskapai, pilihan saya jatuh pada maskapai Lion Air. Alasannya adalah jadwal penerbangan tanggal 21 oktober 2021 pukul 04.30 WIB, dan estimasi sampai di bandara Kualanamu Medan pada pukul 06.30 WIB.

Terbang Wajib SWAB Test PCR

Sesuai dengan informasi dari pemerintah tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang selalu berubah - ubah untuk regulasi perjalanan pesawat terbang, saya selalu memantau berita terkini lewat aplikasi Traveloka. Untuk penerbangan di tanggal 21 oktober ke pulau Sumatera, wajib minimal Dosis 1 dan melampirkan hasil swab PCR. Hal ini membuat saya dilema dan hampir memupuskan traveling ke Medan.

Mahalnya test swab PCR menambah beban biaya perjalanan saya, yang biasanya hanya beli tiket pesawat, sekarang harus mengeluarkan biaya lebih untuk test swab PCR. Saya cukup lega ketika beberapa maskapai memberikan penawaran harga khusus untuk Swab Test PCR. Misalnya seperti Lion Group yang memberikan harga test PCR menjadi Rp.285.000 saja. Ini alternatif murah menurut saya jika mau berpergian dengan pesawat terbang.

Caranya cukup mudah, hanya di Traveloka dan membeli tiket pesawat yang ada label "Test PCR Rp.285ribu" total pembayaran sudah termasuk tiket pesawat dan test PCR. Untuk pengambilan sampel swab test PCR, Lion Group sudah memberi Rumah sakit / Lab / Klinik rujukan terdekat dengan kota kamu. Semua informasi tentang lokasi swab test bisa kamu temukan di aplikasi Traveloka langsung.

Saya mengambil sampel swab test PCR di RS Ashobirin Serpong Tangerang Selatan 2 hari sebelum jadwal penerbangan. Saya datang sekitar jam 7 malam. Antriannya tidak panjang, dan proses pengambilan sampelnya terbilang cukup cepat dan tidak sakit. Swab test PCR sudah, selanjutnya persiapan untuk traveling ke Medan.

Persiapan Terbang ke Medan

5 hari lamanya saya akan berada dipulau Sumatera Utara Medan. Barang bawaan saya tidak terlalu ribet, hanya 1 backpack dan tas kecil. Backpack saya isi dengan baju ganti selama 5 hari, laptop untuk saya menulis dan tas kecil saya isi dengan barang - barang kecil. Seperti dompet, ponsel, charger, dan lainnya. Semuanya sudah saya packing H - 1.

Karena pesawat saya terbang tanggal 21 oktober 2021 pukul 04.30. Maka saya udah harus di bandara di jam 3 pagi. Insiden khawatir muncul ketika di 5 jam sebelum terbang, hasil PCR saya masih belum keluar. Alhasil saya japri Rumah Sakit tersebut untuk menanyakan status hasil PCR saya. Mereka cukup fast respon dalam membalas pesan saya. Perasaan saya menjadi lega ketika hasil PCR sudah keluar dan hasilnya negatif.

Tanpa pikir panjang saya dari jam 1 pagi dini hari sudah berada di bandara soekarno hatta CGK terminal 2D. Lebih asyik nongkrong di bandara, daripada nunggu dirumah. Hal yang saya lakukan selama menunggu penerbangan random banget. Seperti tidur dilantai seperti yang lainnya, bermain games, sampai makan pagi dini hari.

Bandara Terminal 2D


Cek Validasi Terbang

Hal pertama untuk memasuki kawasan boarding adalah harus melewati pos pengecekan PCR. Petugas akan meminta hasil PCR yang sudah dicetak dan tiket. Ada hal menarik disini, karena saya mendapatkan hasil PCR dalam bentuk softcopy PDF dan belum terupdate di aplikasi peduli lindungi, maka saya  harus memvalidasi hasil PCR secara manual. Saya mencari tempat print out hasil PCR disektiar bandara dan ketemu posko PPKM yang menerima jasa cetak hasil swab PCR, namun sayangnya printoutnya rusak. Dan saya diarahkan untuk mencetak di hotel transit bandara. Karena mencetak di hotel transit bandara menggunakan fasilitas pribadi, maka ada biaya cetak Rp.15 ribu / lembar. Mahal tapi apa daya, karena penting banget terpaksa deh keluar 15 ribu untuk cetak 1 lembar.


*****

Informasi penerbangan saya sudah terdengar pada pukul 03.00 WIB. Saya kemudian bergegas menuju GATE E5. Setiap memasuki pesawat saya selalu merasa excited, padahal cuaca hari itu hujan dan berangin kencang. Saya kemudian diangkut menggunakan bus untuk menuju ke pesawat yang terparkir di area, dan saya telah masuk kedalam pesawat.

Suasana pesawat tujuan Kualanamu cukup ramai buktinya bangku terisi dengan penuh. Pramugari terlihat sibuk membantu penempatan barang penumpang, dan menjelaskan prosedur keselamatan. 04.30 WIB pesawat Lion Air JT210 terbang landas dengan tepat waktu. Ini kali kedua ditahun 2021 saya menaiki pesawat, di perjalanan ini cukup berbeda. Karena cuaca hujan deras ditambah angin kencang, membuat pesawat sedikit bergoyang beberapa kali. Melihat kearah jendela, suasana terlihat gelap dan ada kilat beberapa kali.

Suasana didalam pesawat

15 menit berlalu, informasi seat-belt off sudah diumumkan. Ini membuat saya tenang karena pesawat sudah dalam keadaan stabil menurut saya. Saya menggunakan kesempatan ini untuk memejamkan mata sejenak, sudah tidak kuat menahan kantuk seharian.

Matahari terbit dari bersinar dari jendela pesawat dan menusuk mata saya. Saya terbangun dan menikmati indahnya keajaiban tuhan dari atas pesawat. Sinar matahari dan awan yang bersatu padu menawarkan keindahan semesta. Saya betah menikmati pemandangan ini.

Matahari Terbit dari Pesawat


                                        



2 jam perjalanan diudara telah berlalu, logo seat-belt kembali bernyala. Saya bersiap - siap untuk pesawat mendarat. Pilot mendaratkan pesawat dengan lembut, tidak ada benturan sama sekali. Jam 06.30 WIB selamat pagi Kualanamu Medan. Sapaan saya ketika menginjakkan kaki ke pulau sumatera. Berfoto di ikon bandara Kualanamu Medan menjadi foto pertama saya disana. 


Rincian Biaya Terbang ke Medan

Bandara Kualanamu Sumatera Utara

Bicara biaya perjalanan ke Medan dengan menggunakan pesawat terbang, jujur di masa PPKM ini ongkos berpergian menjadi ekstra pengeluaran gegara harus melampirkan hasil test swab PCR. Berikut detailnya;

1. Tiket Pesawat Berangkat Pesan via Traveloka : Rp.  763.200 (ada yang lebih murah seharga Rp.698.000)
2. Test Swab PCR promo dari Lion Air Pesan via Traveloka : Rp. 285.000
3. Tiket kereta Bandara Kualanamu ke kota Medan : Rp. 24,000 (promo)

Setelah mendarat di bandara Kualanamu untuk menuju pusat kota Medan, saya harus menaiki kereta bandara. Hanya dengan 30 menit saya bisa sampai di kota Medan.

Perjalanan saya masih belum selesai, tunggu tulisan saya selanjutnya tentang liburan ke Danau Toba.

Reading Time:

Nih buat jajan

@msandyn_IG