tupee: Movies
Tampilkan postingan dengan label Movies. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Movies. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Oktober 2020

Review Enola Holmes, Petualangan Seru Keluarga Holmes
Oktober 03, 20200 Comments


Kalau mendengar nama Holmes, pasti kamu akan ingat dengan detektif jenius yaitu Sherlock Holmes. Kali ini, saya tidak membahas film dari Sherlock Holmes, melainkan Enola Holmes. Film yang tayang langsung dari Netflix ini bikin saya penasaran, apalagi saya menyukai kisah misteri dari Sherlock Holmes. Tanpa pikir panjang Enola Holmes masuk dalam Watchlist Netflix saya.


Sebelum masuk ke penilaian, saya ingin berbagi informasi mengenai Enola Holmes. Film ini diangkat dari Novel karya dari Nancy Spinger yang berjudul, An Enola Holmes Mystery : The Case of the Missing Marquess. Dilihat dari Faktanya dari Sir Arthur Conan Doyle yang merupakan pengarang dan sekaligus pencipta karakter dari Sherlock Holmes, bahwa Sherlock Holmes tidak memiliki adik kandung perempuan. Melainkan Kakak kandung yaitu Mycroft Holmes. 


Kisah ini dimulai ketika ibunda dari Enola Holmes (Millie Bobby Brown) menghilang dihari ulang tahunnya yang ke-16 tahun. Enola pun kebingungan mencarinya, lalu Enola mendapatkan sebuah kotak bingkisan dari ibunya yang berisikan kata - kata pesan untuk Enola. Menyadari bahwa ibunya menghilang, Enola meminta bantuan kakak - kakaknya. Mycroft Holmes dan Sherlock Holmes. Dimulailah petualangan Enola mencari ibunya, yang harus berhadapan dengan beberapa konflik seperti kakaknya yang tidak terlalu support mencari ibunya, Enola yang dipaksa masuk sekolah feminisme, dan konflik pertemuan Enola dengan pemuda bangsawan yang tampan yaitu Viscount Tewksbury (Louis Partridge). Sisanya kamu nonton sendiri ya di Netflix.


doc: netflix /enola holmes

doc: netflix / enola holmes


My opinion yang saya suka dalam film ini adalah seperti yang kita tahu bahwa cita rasa cerita Holmes pasti melekat sekali dengan kisah misteri, kriminal, yang membuat penonton terbius dengan alur ceritanya. Namun di Enola Holmes pembawaan dari alur cerita misterinya terlihat cukup segar dan beda dari yang lain. Disaat pembawaan Enola bernarasi dan berinteraksi kepada penonton, membawa penonton jadi diajak main bareng dan terlihat enteng sekali menerima ceritanya yang sebenarnya terlihat teka - teki yang sulit. Saya jadi teringat pada kartun Dora the Explorer, yang dikit - dikit monolog berinteraksi dengan penonton.

"Dimanakah Pintu Surga berada??"
"Dimana?". sfx Dora the Expolorer.

krik......krik.....krik


Lupakan tentang Dora, balik lagi ke Enola Holmes yang harus kita kupas tuntas misterinya. Di Film ini kamu akan merasakan pemandangan indahnya London abad ke-19. Apalagi disaat malam hari, kabut bermunculan, lampu jalan yang remang - remang, transportasi umum yang masih bertenagakan kuda berjalan dengan gagahnya. Saya jadi terbawa suasana kelam London dimalam hari yang mencekam.

Selain itu film ini memperlihatkan sebuah pesan bahwa pada abad ke - 19 di London stigma perempuan itu wajib feminim. Saya bisa melihatnya ketika Enola berontak ketika disuruh masuk sekolah feminim oleh Mycroft Holmes. Enola memberi pesan bahwa perempuan bebas menentukan gayanya baik dalam berpakaian ataupun berperilaku.

Selain alur misteri, yang saya suka dari film ini adalah kisah romantis dari Enola dengan Viscount Tewksbury. Mulai dari pertemuan yang tidak disengaja, dan keterlibatan konflik bersama - sama, apalagi kalau lagi berdebat.

doc: netflix / enola holmes

doc: netflix / enola holmes

Lalu apa yang saya kurang suka dari Enola Holmes? 


Iyah, ini memang kisah dari Enola Holmes, tapi tetap saja kehadiran sosok Sherlock Holmes tetap jadi sosok yang saya tunggu - tunggu. Kehadiran Sherlock Holmes yang diperankan oleh Henry Cavill di film ini seperti bukan jati dirinya. Kamu akan menemukan sosok Sherlock Holmes yang Lembut, tenang, dan kalem. Hal ini cukup berbeda ketika saya bandingkan dengan Sherlock Holmes di serial BBC yang diperankan oleh Benedict Cumberbatch yang terlihat bersemengat dengan sebuah misteri, yang membuat saya ikut semangat juga mengikuti kasusnya. Jika kehadiran Sherlock Holmes di film Enola Holmes hanya sebagai pemanis saja, tapi sungguh tidak terlihat manis.


Jika ini memang film detektif, maka harus ada penyelesaian ala detektif, yaitu setelah memecahkan sebuah misteri, pergi untuk tangkap pelaku dan menjelaskan sebuah teori konspirasi detektif beserta buktinya. YA ! saya kehilangan momen itu. Saya butuh momen seorang detektif memamerkan keahliannya memecahkan sebuah misteri didepan pelaku.


doc: netflix / enola holmes

Well, walau sejatinya tokoh Enola Holmes tidak ada dari silsilah keluarga Holmes, namun film Enola Holmes masih mampu memberikan petualangan teka - teki misteri dengan cita rasa Holmes yang wajib ditonton bagi kamu pecinta film detektif atau misteri. Bagi kamu yang gak biasa mengikuti film detektif, jangan khawatir! Seperti yang saya bilang, Enola Holmes dikemas dengan misteri yang lebih ringan dan segar, jadi bisa ditonton bersama - sama.

Kamu sudah nonton Enola Holmes ? Berikan pendapatmu dikolom komentar yuk!

Reading Time:

Selasa, 11 Februari 2014

REVIEW Police Story 2013 : Tua Tetap Sangar
Februari 11, 2014 6 Comments

Police Story 2013
     Film ini rilis pada tanggal 24 Desember 2013 lalu. Ini adalah seri ke 6 untuk film police story. Di sutradarai oleh Ding Sheng dan sang bintang Jackie Chan. Film ini berdurasi 108 menit dan masuk Weekly Box Office http://english.entgroup.cn/boxoffice/cn/Default.aspx?week=2014-01-20

SINOPSIS

    Film ini bermula saat Detective Zhong Wen (Jackie Chan) pergi ke salah satu bar yang bernama Wu BAR, untuk bertemu putri nya yang bernama Miao Miao. Tapi di dalam bar tersebut Detective Zhong Wen terkejut akan penampilan anaknya sekarang, Detective Zhong Wen pun tambah tidak suka dengan sikap anaknya ketika memperkenalkan kekasihnya yang bernama Wu Jiang, yang juga punya bar tersebut.

    Konflik mulai terjadi ketika ada kericuhan di sekitar bar, dimana para pengunjung di sandera dikurung dalam sebuah ruang jeruji. Detective Zhong Wen pun turun ikut menyelesaikan kericuhan, tapi apa daya dia dipukul hingga tak sadarkan diri. Dan Detective Zhong Wen pun tersadar bahwa ada kejanggalan dalam bar tersebut, dimana para sandera di ruang jeruji itu adalah orang - orang yang pernah ditemui dia sebelumnya. Bagaimanakah Detective Zhong Wen bisa menyelamtkan para sandera, dan bisa membawa pulang putri kesayangannya??. Mengapa Wu Jiao mengurung para sandera dengan Detective Zhong Wen. Apakah ada kaitannya di balik kasus ini??


    Sedikit sinopsis dari saya, bagi yang penasaran, segera nonton dengan membeli film originalnya ya ^_^.

REVIEW

   Sedikit Review dari saya, kesan pertama menonton film ini adalah, film ini agak berbeda dari film - film Jackie Chan sebelumnya. Kalau di ambil dari seri Police Story sebelumnya. Seri terbaru ini mempunyai alur mundur. Dimana di akhir cerita kita baru tahu kasus nya tersebut. Untuk latar tempatnya juga hanya satu tempat, yaitu Wu BAR. Ini sangat berbeda sekali dari film - film Jackie sebelumnya yang suka pindah - pindah lokasi, bahkan hingga ke luar negeri.

   Alur cerita mundur dan latar tempat yang sempit, bukan berarti film ini kurang menarik. Kasus di film ini pun sangat seru jika di ikuti dengan serius. Karena ber alur mundur, kita di kasih clue - clue mulai dari cerita dari para sandera, bukti - bukti yang di temukan oleh Detective Zhong Wen di ruang rahasia Wu Jiao. Kasus nya adalah Wu Jiao ingin mencari tersangka yang membunuh adiknya, maka dari itu Wu Jiao mengumpulkan para sandera, yang dimana pada hari kematian adikknya para sandera beserta Detective Zhong Wen ada di TKP.

   Action di film ini agak kurang, mungkin karena sang aktor Jackie Chan sudah merasa tidak muda lagi, yang kini umurnya sudah mencapai 60 tahun bulan april mendatang.Tapi masih ada beberapa scene berbahaya yang dimainkan oleh Jackie Chan, mulai dari lompat dari gedung, dan yang paling saya kagumi saat Fighting Scene ada beberapa adegan Slow Motion mulai dari ditendang, dibanting, hingga yang terparah kepalanya di banting ke sebuah kaca. Adegan Slow Motion itu membuat saya terkagum akan konsistennya si Jackie Chan, bahwa dia tidak memakai Stuntman sama sekali. Efek Slow Motion itu memperlihatkan Sang aktor terlihat jelas bahwa dia ditendang, dibanting dan sebagainya. Jadi film ini masih seru untuk ditonton.


   Fighting yang sedikit berarti banyak sekali dialognya. di saat saya menonton film ini saya terbawa suasana akan kasus itu, saya pun juga ikut berpikir siapa tersangkanya. Film ini mengingatkan saya akan serial Detective Conan, Sherlock Holmes ataupun serial detective lainnya.Tidak ada humor di film ini, film ini cenderung menegangkan dan sedih, apalagi disaat akhir film dimana penonton dibawa dalam sebuah ketegangan akan pilihan hidup sang Detective Zhong Wen.

  Bagi fans Jackie Chan saya sarankan untuk menonton film ini, karena film ini sungguh berbeda dengan serial Police Story sebelumnya. Dan untuk anak - anak dibawah umur harap ditemani orang tua yah, karena ada adegan berbahaya dan tontonan yang masih belum pantas untuk jadi tuntunan anak - anak.

  ini adalah beberapa Screenshot dari film tersebut.





  Dan ini adalah Trailer dari film tersebut

Reading Time:

Nih buat jajan

@msandyn_IG